Gadis hujan

 

Gadis hujan

Engkau bagaikan hujan yang memberikan kesejukan

dengan hembusan kedinginan engkau hadirkan

hadirkan rasa dalam cipta dan karsa yang mengagumkan

Sehingga syair-syair pun tak bisa menggambarkan

Indahnya paras mu

 

Wahai gadis hujan, masihkah kamu

Ingat kisah yang dulu pernah ada dalam benak mu

Saat engkau menari-nari diatas panggung sandiwara berlagak cumbu

Bagaimana cara aku bisa berhenti mengenang mu?  Sedangkan rasa cumbu menghantui ku

 

Beribu petir bergemuruh dilangit-langit

Tak menyurutkan kasih berdesit sengit

Melawan lupa pintu amarah bergimik lembut

Dalam ruang waktu berdenyut kecut

 

Wahai gadis hujan

Walau pun dunia meneriaki mu dengan geram

Walaupun dunia melihat mu dengan sinis

Ataupun dunia mendengarkan cerita fiktif tentang kelam

Aku tetap tulus, ada melangkah bersama hujan

Kekuatan jiwa bangkit bersama hujan

Membersihkan kotor pahitnya kehidupan

 

Wahai gadis hujan

Butir-butir kata dalam setiap kalimat

Ku lantungkan do'a penuh harapan

Ditambah gemericik suara hujan menembus sukma bertanda erat

Hubungan ku dengan maha cipta, tak ada kata telat dalam setiap perubahan

Yang ada hanya kata mulai dan terus mulai

Menjadi lebih baik adalah prioritas ku pada mu.

 

Tanah Jawa, Zulhaji Ismail

Komentar

Postingan Populer